Gaya Hubungan Suami Istri yang Baik dan Benar Menurut Islam agar Bernilai Pahala

Islam memandang hubungan suami istri sebagai bagian fitrah manusia yang harus dijalankan sesuai syariat. Dalam ajaran Islam, hubungan intim antara suami dan istri yang sah tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan biologis tetapi juga bernilai ibadah dan mendapatkan pahala jika dilakukan dengan cara yang benar.

Dalil Hubungan Suami Istri dalam Islam

Rasulullah SAW bersabda:

“Hubungan badan antara kalian (dengan istri atau hamba sahaya) adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa? Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Agar hubungan suami istri bernilai ibadah, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan sesuai dengan tuntunan Islam.

Adab dan Tata Cara Hubungan Suami Istri yang Benar

  1. Berdoa Setelah Berhubungan
    Setelah selesai, dianjurkan membaca doa:“Wa huwallażī khalaqa minal-mā`i basyaran fa ja’alahụ nasabaw wa ṣihrā, wa kāna rabbuka qadīrā.”Artinya: “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” (QS. Al-Furqan: 54)
  2. Membersihkan Badan dan Kemaluan
    Sebelum berhubungan, pasangan dianjurkan untuk menjaga kebersihan badan, termasuk membersihkan alat kelamin agar terhindar dari najis dan bau tak sedap.
  3. Berwudhu Sebelum Berhubungan
    Melakukan wudhu dapat menyucikan diri dan menjadikan hubungan intim lebih berkah.
  4. Menciptakan Suasana Nyaman
    Islam menganjurkan untuk mengatur pencahayaan kamar agar lebih redup, sehingga pasangan dapat lebih intim dan fokus.
  5. Membaca Doa Sebelum Berhubungan
    Sebelum melakukan hubungan badan, pasangan dianjurkan membaca doa:“Bismillah, allahumma jannibnaa syaithaanaa wajannibi al-syaithaanaa maa razaqtanaa.”Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah hindarilah kami dari setan dan jagalah apa yang Engkau rizkikan kepada kami dari setan.” (HR. Bukhari)
  6. Waktu yang Dianjurkan
    Menurut Islam, waktu yang dianjurkan untuk berhubungan adalah sebelum salat subuh, tengah hari, dan sesudah salat isya. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an:“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan sesudah sembahyang isya.” (QS. An-Nur: 58)
  7. Foreplay Sebelum Berhubungan
    Islam menganjurkan pasangan untuk memulai dengan ucapan romantis dan rangsangan lembut agar hubungan lebih menyenangkan dan penuh kasih sayang.
  8. Gaya Hubungan yang Dianjurkan
    Pasangan diperbolehkan melakukan berbagai gaya hubungan intim asalkan tidak bertentangan dengan syariat. Namun, Islam melarang seks oral dan hubungan melalui dubur. Rasulullah SAW bersabda:“Terkutuklah siapa saja yang menggauli istrinya melalui duburnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

BACA JUGA: Kenapa Pria Selingkuh Padahal Istrinya Sempurna? Ini Jawabannya!

Gaya Hubungan Suami Istri yang Diperbolehkan dalam Islam

Dalam Islam, hubungan suami istri harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan tetap dalam batasan yang diperbolehkan. Berikut beberapa gaya bercinta yang dianjurkan:

1. Misionaris

Posisi misionaris adalah posisi klasik di mana istri terlentang dan suami berada di atas. Variasi yang dapat dilakukan:

  • Istri menekuk kedua kaki ke arah dada sementara suami melakukan penetrasi.
  • Istri meletakkan kedua kakinya di pundak suami agar penetrasi lebih dalam.

2. Posisi Duduk

Suami duduk dengan kaki lurus, sementara istri duduk di atas paha suami untuk melakukan penetrasi. Ada pula variasi duduk bersila dengan saling berpelukan dan memberikan ciuman.

3. Spooning

Posisi ini dilakukan dengan istri berbaring miring ke sebelah kiri sementara suami mendatangi dari belakang. Suami bisa memasukkan kedua pahanya di antara paha istri untuk meningkatkan kenyamanan.

4. Flat Doggy

Istri tidur telungkup dengan kedua kaki lurus, sementara suami duduk di antara paha istri dan melakukan penetrasi dari belakang. Variasi lainnya adalah dengan istri melipat satu lutut ke arah dada untuk meningkatkan intensitas.

5. Doggy Style Klasik

Posisi ini sesuai dengan QS. Al-Baqarah: 223 yang membolehkan suami mendatangi istri dari arah mana saja asal melalui jalan yang diperbolehkan (vagina). Istri bertumpu pada lutut sementara suami melakukan penetrasi dari belakang.

6. Standing

Posisi ini bisa dilakukan dengan suami dan istri berdiri saling berhadapan atau dengan istri bersandar ke dinding sementara suami mengangkat salah satu kakinya untuk mempermudah penetrasi.

Gaya yang Dilarang dalam Islam

Dalam Islam, ada beberapa larangan dalam hubungan suami istri, yaitu:

  1. Seks oral yang melibatkan penetrasi alat kelamin ke dalam mulut.
  2. Seks anal, sesuai dengan hadis Rasulullah SAW: “Terkutuklah siapa saja yang menggauli istrinya melalui duburnya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

Dengan menjalankan hubungan suami istri sesuai syariat Islam, pasangan dapat meraih keberkahan dan menjadikan aktivitas ini sebagai ladang pahala.


Hubungan suami istri dalam Islam bukan hanya sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga bentuk ibadah yang bisa mendatangkan pahala jika dilakukan sesuai ajaran Islam. Dengan menjaga kebersihan, membaca doa, memilih waktu yang tepat, serta menghindari hal-hal yang dilarang, pasangan dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkah.

Notiska
Notiska

Notiska bukan sekedar pakar pernikahan, juga pemandu yang akan menemani Jaliners dalam setiap langkah perjalanan menuju pernikahan impian. Dengan pengalaman bertahun-tahun dan pengetahuan luas di berbagai aspek pernikahan, Notiska siap membantu kamu mewujudkan momen spesial ini dengan sempurna.

Articles: 69