JalinJanji.com
Media relationship terkemuka di Indonesia.
Ketika mendengar tentang seserahan pernikahan adat Jawa, apa yang terlintas dalam benak? Apakah itu sekadar tumpukan hadiah atau ada lebih banyak cerita di baliknya? Setiap elemen dalam seserahan tidak hanya bentuk fisik, tetapi juga simbol budaya yang kaya akan makna dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Untuk para calon pengantin yang ingin mengadopsi adat istiadat Jawa dalam pernikahannya, artikel ini mengajak untuk menyelami lebih dalam tentang seserahan pernikahan adat Jawa. Mari kita kupas satu per satu apa saja item seserahan dan makna filosofis yang mengiringinya.
Namun sebelumnya, kamu perlu tau apa itu seserahan dalam adat jawa, simak penjelasan berikut ini:
Dalam tradisi pernikahan Jawa, seserahan bukan hanya sekedar pemberian hadiah dari pengantin pria ke pengantin wanita. Ini adalah ritual penting yang sarat dengan simbolisme dan dilaksanakan dengan penuh adat.
Seserahan mencakup serangkaian benda yang dipilih secara khusus, yang masing-masing membawa makna mendalam dan berhubungan dengan kehidupan pasangan di masa depan.
Seserahan berakar pada filosofi Jawa yang mendalam tentang kesatuan, keseimbangan, dan harmoni dalam kehidupan berumah tangga. Setiap item yang diserahkan memiliki kaitan dengan aspek-aspek kehidupan seperti keharmonisan rumah tangga, kesuburan, kesejahteraan, dan kehidupan spiritual.
Tradisi ini seolah menjadi jembatan yang menghubungkan dua individu dalam ikatan sakral, dengan harapan membawa berkah dan keberuntungan.
Daftar isi:
Jadi, penasaran nggak sih dengan apa saja yang termasuk dalam seserahan pernikahan adat Jawa ini dan apa sih maknanya? Yuk, lanjut baca artikel ini:
Sirih dan pinang tidak hanya sekedar tanaman, tetapi merupakan simbol dari penghormatan dan penghargaan. Dalam adat Jawa, sirih pinang dianggap sebagai medium komunikasi dengan para leluhur, memohon restu untuk kedua mempelai. Pasangan yang memberikan sirih pinang diharapkan mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari para leluhur.
Sebagai simbol kesuburan, telur dalam seserahan nikah mewakili harapan agar pasangan dapat segera mendapatkan keturunan. Menggambarkan siklus kehidupan yang baru dimulai, telur menjadi simbol harapan untuk keluarga yang berkembang dan penuh kebahagiaan.
Beras dan garam bukan hanya bumbu dapur. Dalam konteks seserahan, kedua bahan ini melambangkan kehidupan rumah tangga yang seimbang. Beras melambangkan kemakmuran, sedangkan garam melambangkan pencegah dari berbagai bala. Pasangan yang menerima beras dan garam diharapkan memiliki rumah tangga yang langgeng dan harmonis.
Set perlengkapan rias wajah atau make-up dalam seserahan tidak hanya untuk mempercantik pengantin perempuan, tetapi juga simbol dari penghargaan sang pengantin pria terhadap kecantikan alami dan hati sang pengantin wanita. Ini menandakan perhatian dan perawatan yang akan terus berlanjut sepanjang pernikahan.
Kain batik yang indah dan penuh makna menjadi bagian penting dalam seserahan. Setiap motif batik yang dipilih biasanya memiliki cerita dan harapan tertentu. Misalnya, motif parang atau truntum sering digunakan untuk melambangkan kesetiaan dan cinta abadi.
Buah-buahan dalam seserahan bukan hanya melambangkan keberlimpahan, tetapi juga keharmonisan dalam berumah tangga. Dilansir dari adat istiadat, buah mangga melambangkan kehidupan yang manis, sementara buah pisang melambangkan kekuatan dan kekokohan.
Kue dalam seserahan berarti kebahagiaan dan keramahan. Kue tradisional seperti kue lapis atau gethuk sering diberikan untuk menandakan kehidupan rumah tangga yang manis dan lapis-lapis kebahagiaan yang akan dinikmati bersama.
Keris tidak hanya sekedar senjata, tetapi juga lambang kekuatan dan perlindungan. Pemberian keris dalam seserahan melambangkan keinginan agar pasangan dapat melindungi keluarga dari gangguan dan menjaga keharmonisan rumah tangga.
Alas kaki dalam seserahan melambangkan langkah baru dalam kehidupan bersama. Harapannya, pasangan dapat melangkah bersama menghadapi suka dan duka dengan tetap saling mendukung.
Kaca yang jernih melambangkan transparansi dan kejujuran dalam hubungan. Harapan dari pemberian kaca adalah agar kedua mempelai selalu dapat melihat dan memahami satu sama lain dengan jelas.
Suruh Ayu adalah jenis tembakau yang dilinting, sering digunakan dalam upacara adat sebagai simbol kejantanan dan kesiapan sang pria dalam mengambil tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Suruh Ayu mengharapkan bahwa pengantin pria akan menjadi sosok yang kuat dan bijaksana.
Stagen, kain pinggang putih, melambangkan dukungan dan kekuatan. Kain ini seringkali diberikan kepada pengantin wanita untuk menguatkan fisik dan simbolis dalam menjalani kehidupan baru.
Kue tradisional seperti Wajik dan Jadah tidak hanya menggugah selera tetapi juga melambangkan keharmonisan dan kemanisan dalam menjalani rumah tangga. Wajik yang manis dan Jadah yang kenyal melambangkan kebersamaan dalam suka maupun duka.
Bahan hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan lokal diharapkan membawa keberkahan dan kesuburan bagi pasangan. Simbol dari kehidupan yang tumbuh dan berkembang, menggambarkan harapan untuk kelimpahan dan kesejahteraan rumah tangga.
Perlengkapan ini menggambarkan komitmen spiritual dan harapan agar pasangan selalu dalam bimbingan spiritual yang baik. Alat salat dalam seserahan menunjukkan pentingnya kehidupan beragama yang akan dijalankan bersama.
Emas dan perhiasan lainnya tidak hanya tentang keindahan fisik tetapi juga investasi jangka panjang dan simbol status sosial. Pemberian ini diharapkan membawa keberuntungan dan kemakmuran dalam rumah tangga.
Pemberian ayam jantan Jawa memiliki makna mendalam dalam tradisi Jawa, simbol dari keberanian dan pelindung rumah tangga. Ayam jantan juga dipercaya sebagai pembawa keberuntungan dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Uang sering diberikan sebagai simbol kemakmuran dan kestabilan ekonomi. Ini menandakan dukungan untuk memulai kehidupan baru dengan fondasi yang kuat dan kemampuan untuk mengatur keuangan rumah tangga dengan bijak.
Jarik dan Kebaya adalah pakaian tradisional yang mewakili identitas dan kebanggaan budaya Jawa. Pemberian ini menegaskan pentingnya melestarikan budaya dan sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur.
Anyaman janur yang biasa digunakan dalam berbagai ritual adat melambangkan keterampilan dan kerajinan. Anyaman yang indah dan rumit menunjukkan keinginan agar pasangan dapat membangun rumah tangga yang kokoh dan penuh dengan cinta.
Perlengkapan merawat diri mencakup berbagai barang seperti sabun, sampo, dan lotion yang menggambarkan perhatian terhadap kesejahteraan dan kebersihan pribadi pasangan. Ini menandakan harapan untuk kehidupan yang sehat dan terawat.
Tas dalam seserahan melambangkan persiapan untuk perjalanan bersama yang akan datang, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam petualangan yang lebih besar. Simbol dari kepraktisan dan kesiapan menghadapi berbagai situasi.
Cermin bukan hanya tentang kefanaan fisik tetapi juga introspeksi dan kejujuran. Pemberian cermin mengharapkan bahwa kedua mempelai selalu dapat melihat diri mereka sendiri dengan jelas dan menghargai satu sama lain tanpa prasangka.
Bunga seringkali melambangkan cinta dan keindahan. Dalam konteks seserahan, bunga diharapkan membawa keharmonisan dan kebahagiaan serta menyemarakkan rumah tangga dengan keindahan dan aroma yang menyenangkan.
Daftar diatas merupakan seserahan pernikahan adat jawa secara garis besar.
Apa iya? Yuk, berkomentar!
Mungkin Adat Jawa Tengah, Jawa Timur, ataupun Jawa Barat memiliki daftar item yang berbeda.
Setelah mengenal lebih dalam tentang seserahan nikah adat jawa, langkah selanjutnya adalah menyusun semua persiapan. Temukan tips lengkapnya di artikel kami tentang ‘Checklist Persiapan Pernikahan‘.
Nah, itulah informasi lengkap mengenai seserahan pernikahan adat Jawa dan maknanya. Setiap item yang diberikan bukan sekadar barang, tapi juga sebuah cerita dan doa yang dikirim dari hati ke hati, semoga membawa berkah dan kebahagiaan di setiap langkah bersama.