JalinJanji.com
Media relationship terkemuka di Indonesia.
Islam memandang hubungan suami istri sebagai bagian fitrah manusia yang harus dijalankan sesuai syariat. Dalam ajaran Islam, hubungan intim antara suami dan istri yang sah tidak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan biologis tetapi juga bernilai ibadah dan mendapatkan pahala jika dilakukan dengan cara yang benar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Hubungan badan antara kalian (dengan istri atau hamba sahaya) adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa? Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)
Agar hubungan suami istri bernilai ibadah, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan sesuai dengan tuntunan Islam.
BACA JUGA: Kenapa Pria Selingkuh Padahal Istrinya Sempurna? Ini Jawabannya!
Dalam Islam, hubungan suami istri harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan tetap dalam batasan yang diperbolehkan. Berikut beberapa gaya bercinta yang dianjurkan:
Posisi misionaris adalah posisi klasik di mana istri terlentang dan suami berada di atas. Variasi yang dapat dilakukan:
Suami duduk dengan kaki lurus, sementara istri duduk di atas paha suami untuk melakukan penetrasi. Ada pula variasi duduk bersila dengan saling berpelukan dan memberikan ciuman.
Posisi ini dilakukan dengan istri berbaring miring ke sebelah kiri sementara suami mendatangi dari belakang. Suami bisa memasukkan kedua pahanya di antara paha istri untuk meningkatkan kenyamanan.
Istri tidur telungkup dengan kedua kaki lurus, sementara suami duduk di antara paha istri dan melakukan penetrasi dari belakang. Variasi lainnya adalah dengan istri melipat satu lutut ke arah dada untuk meningkatkan intensitas.
Posisi ini sesuai dengan QS. Al-Baqarah: 223 yang membolehkan suami mendatangi istri dari arah mana saja asal melalui jalan yang diperbolehkan (vagina). Istri bertumpu pada lutut sementara suami melakukan penetrasi dari belakang.
Posisi ini bisa dilakukan dengan suami dan istri berdiri saling berhadapan atau dengan istri bersandar ke dinding sementara suami mengangkat salah satu kakinya untuk mempermudah penetrasi.
Dalam Islam, ada beberapa larangan dalam hubungan suami istri, yaitu:
Dengan menjalankan hubungan suami istri sesuai syariat Islam, pasangan dapat meraih keberkahan dan menjadikan aktivitas ini sebagai ladang pahala.
Hubungan suami istri dalam Islam bukan hanya sekadar pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga bentuk ibadah yang bisa mendatangkan pahala jika dilakukan sesuai ajaran Islam. Dengan menjaga kebersihan, membaca doa, memilih waktu yang tepat, serta menghindari hal-hal yang dilarang, pasangan dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkah.